Legowo & Partners

NIKAH SIRIH, MELANGGAR HUKUMKAH?

In Uncategorized on Maret 4, 2010 at 5:34 pm


Menikah sangat didambaan bagi semua orang, karena menikah merupakan salah satu ritual yang sacral bagi umat manusia yang ingin melanggengkan hubungannya ke jenjang yang lebih afdhol. Menikah kalimat yang indah ketika didengar kuping kita, banyak impian yang akan dituwai ketika menjalani pernikahan.
Baru-baru ini kita dihebohkan oleh adanya sebuah draf RUU yang didalamnya mengatur Nikah Sirih, jika seseorang melakukan nikah sirih maka akan mendapatkan hukuman baik kurungan maupun denda.
Mengapa menikah sirih harus dihukum? Kelihatannya memng akan diperuntukan untuk melindungi kepentingan Pihak Perempuan yang dalam posisi ini lemah, namun demiian menikah sebetulnya adalah perbuatan untuk menghalalkan agar pihak laki-laki dan perempuan dapat bersatu dalam sebuah rumah tangga. Kelihatannya jika dilihat dari satu sisi kelihatan lucu menikah sirih kok dihukum? Sebenarnya nikah sirih ini juga melindungi kepentingan kedua belah pihak agar tidak jatuh pada dosa zinah.
Ketika pengantin laki-laki dan perempaun melakukan nikah sirih (sah secara agama) maka untuk dapat dikaui sah secara hukum maka dapat dilakukan isbat nikah ke tempat KAU domisili pasangan tersebut. Tentunya para pembuat UU juga harus lebih arif biajk sana untuk melakukan jalan tengah agar nikah sirih dapat kepentingannya jug adapt dilindungi bagi yang melakukannya karena memang menurut hukum Islam adalah sah.
Saya mempunyai pendapat yaitu :
1. Bagaiman kalau yang melakukan nIkah sirih tersebut diberikan wadah perlindungan hukum baginya sehingga akan juga berimbas bagi perempuannya serta anak yang dilahirkan.
2. Dibuatkan Akta Nikah Sirh yang sah yang dikeluarkan oleh Pemerintah namun dengan catatan akan melakukan pernikahan resmi sesuai dengan perUndang-undangan yang berlaku.
3. Tentunya mempermudah jalur birokrasi ketika ingin mengajukan syarat permohona menikah.
4. Biaya yang ringan ketika akan mengajukan pernikahan serta menghilangkan biaya-biaya yang tidak perlu.
Perkawinan merupakan sebuah perikatan antara laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama berkeluarga sehingga ruang lingkupnya adalah Hukum Perdata dan bukan masuk pada rana pidana,dalam kelaurag tersebut terjadi kekerasan dalam rumah tangga hal tersebuit juga sudah diatur dalam UU KDRT jika masih nikah sirih jika terjadi kekerasan maka dapat menggunakan hukum Pidana.
Sehingga apabila semua didudukan dalam porsinya maka tidak diperlukan UU tersebut yang akan membuat tumpang tindih dalam penerapannya. Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s