Legowo & Partners

”Syarat-syarat Perceraian”

In Uncategorized on November 25, 2008 at 8:16 am

Perceraian yang terjadi dapat dikarenakan berbagai macam, dalam Undang-Undang No.1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam dijelaskan secara terperinci, dalam UU No. 1 Th 1974, dikatakan :

Pasal 38

Perkawinan dapat Putus karena :

  1. kematian,

  2. perceraian dan

  3. atas keputusan Pengadilan.

Pasal 39

  1. Perceraioan hanya dapat dilakukan didepan Sidang Pengadilan setelah Pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak.

  2. Untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan, bahwa antara suami isteri itu tidak akan dapat hidup rukun sebagai suami istri.

  3. Tatacara perceraian didepan sidang Pengadilan diatur dalam peraturan perundang-undangan tersendiri.

Penjelasan Undang – Undang No.1 tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 39 ayat 2 berbunyi : Alasan-alasan yang dapat dijadikan dasar untuk perceraian adalah :

  1. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan.

  2. Salah satu pihak meninggalkan yang lain selama 2 tahun berturt-turut tanpa izin pihak yang lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemauannya,

  3. Salah satu Pihak mendapat hukuman penjara 5 tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.

  4. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan terhadap pihak lain,

  5. Salah satu pihak mendapatkan cacat badan atau penyakit yang mengakhibatkan tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri,

  6. Antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

Dalam Peraturan Pemerintah RI No.9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-undang No. 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan juga menjelaskan bahwa alasan perceraian sebagai berikut :

Pasal 19

Perceraian dapat terjadi karena alasan-alasan :

    1. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan.

  1. Salah satu pihak meninggalkan yang lain selama 2 tahun berturt-turut tanpa izin pihak yang lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemauannya,

  2. Salah satu Pihak mendapat hukuman penjara 5 tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.

  3. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan terhadap pihak lain,

  4. Salah satu pihak mendapatkan cacat badan atau penyakit yang mengakhibatkan tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri,

  5. Antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

Dalam Kompilasi Hukum Islam lebih lanjut dijelaskan bahwasannya alasan-alasan Perceraian sebagai berikut :

Pasal 116

Perceraian dapat tejadi karena alasan tau alasan-alasan :

    1. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan.

    2. Salah satu pihak meninggalkan yang lain selama 2 tahun berturt-turut tanpa izin pihak yang lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemauannya,

    3. Salah satu Pihak mendapat hukuman penjara 5 tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.

    4. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan terhadap pihak lain,

    5. Salah satu pihak mendapatkan cacat badan atau penyakit yang mengakhibatkan tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri,

    6. Antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

    7. Suami melanggar taklik – talak

    8. Peralihan agama atau murtad yang menyebabkan terjadinya ketidakrukunan dalam rumah tangga.

Bahwa sering kali dalam Gugatan Perceraian dilakukan atas telah terjadi Siqoh atau pertengkaran yang terus-menerus sehingga tidak bisa hidup rukun, ternyata hal tersebut terkadang hanya dalil yang dipergunakan untuk memperhalus Gugatan Cerai saja, kenapa hal tersebut dilakukan “karena supaya kelak anak jika mengetahui permasalahannya tidak scok dan tidak menyalahkan salah satu pihak serta dapat berfikir logis, dapat dimungkinkan ada perihal pemikiran yang sudah tidak dapat bersatu kembali”

Tetapi jika Gugatan Cerai atau Talak dilakukan dengan dasar perzinahan/perselingkuhan maka hal tersebut tentunya jika sang anak mengetahuinya akan menyalahkan salah satu pihak, dan hubungan antara ayah dan ibunya akan menjadi renggang pada salah satunya. Begitulah Guru saya mengajarkan kepada Saya.

Semoga uraian sikat ini dapat bermanfaat bagai kalayak umum, namun demikian cerai dalai suatu perbuatan yang tidak disukai Allah SWT namun diperbolehkan. Atas perihal tersebut jika Saudara/saudari akan bercerai pikirkan dengan matang karena akan berdampak kurang baik terhadap orang tua, saudara dan yang paling khususnya dalai anak-anak.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: